Apa Saja Diagnosa Keperawatan Pada Pasien Diare

Diagnosa Keperawatan Pada Pasien Diare

Sebelum melanjutkan pembahasan, Tentang diagnosa apa saja yang muncul pada pasien yang mengalami penyakit diare. Saya anjurkan kamu untuk membaca tulisan sebelumnya, yaitu tentang diagnosa keperawatan pada pasien hipertensi, hal ini bertujuan untuk mempermudah kamu dalam memahami tulisan ini. karena ada pembahasan yang tidak akan kembali dibahas pada tulisan ini, berikut linknya.

Diagnosa Keperawatan pada Penyakit Hipertensi

Setelah membaca artikel tersebut, setidaknya akan mempermudah kamu dalam memahami pembahasan tentang diagnosa keperawatan pasien diare ini.

Diagnosa Keperawatan Pada Pasien Diare

Yang perlu digaris bawahi dalam membuat diagnosa keperawatan adalah, gejala atau masalah pasien apa saja yang sedang dia alami dan rasakan. Jadi, kesuksesan dalam membuat diagnosa keperawatan, diukur dari seberapa pandai kamu mendapatkan informasi pasien, terutama masalah-masalah yang sedang dialami pasien.

Pastikan kamu mengingat Data Subjektif (DS) dan mencatat data Objektif (DO). Karena diagnosa keperawatan yang kamu buat, harus sesuai dengan DS dan DO pasien. Apa yang dikatakan pasien, kamu tulis dalam DS, dan apa yang kamu ukur seperti tensi, hasil labolatorium, kamu tulis dalam DO.

berikut ini diagnosa keperawatan yang sering muncul pada pasien yang mengalami penyakit diare :

  • masalah utama yang sering muncul pada pasien diare adalah BAB Cair yang terus menerus, hal ini dapat mengakibatkan tubuh kita kekurangan cairan. maka dari itu, kita dapat menarik diagnosa keperawatan “Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan output berlebihan”.
  • Selain cairan yang keluar secara berlebihan, diare juga dapat mengganggu pola makan seseorang, sehingga orang tersebut akan kekurangan nutrisi. jika diare ini terjadi pada orang dewasa, masalah nutrisi ini kurang dirasakan, Tapi jika diare ini terjadi pada bayi atau anak kecil maka dapat mengganggu ketahanan tubuhnya. maka dari itu diagnosa nutrisi yang dapat kita ambil yaitu “Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake tidak adekuat”.
  • Semakin seringnya seseorang BAB atau diare secara terus menerus, hal ini dapat membuat usus, rektum, atau bagian pencernaan menjadi iritasi. biasanya yang dirasakan pasien yaitu nyeri perut, atau bab disertai darah. Jika hal ini terjadi, maka diagnosa ini dapat kita pakai “Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan iritasi rektal”
  • Penyakit Diare juga dapat membuat kondisi tubuh lebih parah, terutama jika diare ini terjadi pada bayi. umumnya, kita menyebut kondisi ini sebagai syok hipovolemi, yaitu kondisi tubuh kekurangan cairan yang sangat berlebihan. maka dari itu kita dapat membuat diagnosa keperawatan “Resiko Syok Hipovolemi berhubunga dengan kehilangan cairan dan elektrolit”.
  • Selain keempat diagnosa tersebut, seorang pasien terkadang juga mengalami demam dan mual. untuk menyelsaikan masalah tersebut, kita dapat membuat diagnosa keperawatan. “Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit” dan “neusea berhubungan perubahan bokimiawi”.

Jadi, dalam membuat diagnosa keperawatan yang berhbungan dengan penyakit diare, kita harus mengumpulkan data yang sebanyak-banyaknya. lakukan sedetile dan seakurat mungkin, sehingga kita dapat menentukan diagnosa yang sedang dialami oleh pasien. pastikan untuk membaca artikel berikut ini, untuk meningkatkan pemahaman kamu terhadap asuhan keperawatan.