Menu Tutup

SOP Pemasangan Infus (Standar Operasional Prosedur)

SOP Pemasangan Infus

Dalam melakukan Pemasangan infus ada berbagai cara dan tekhnik yang dapat kita lakukan, Semua ini ditulis dalam bentuk SOP Pemasangan infus, SOP adalah kepandekan dari Standar Operasional Prosedur yang berarti rincian prosedur tindakan pemasangan infus. Ada berbagai hal yang harus diperhatikan sebelum pemasangan infus, seperti halnya ukuran vena dan jenis cairan infus yang akan diberikan.

Tujuan dari pemasangan infus ini terdiri dari 3 bagian, pertama yaitu untuk mencegah terjadinya gangguan atau memperbaiki kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh seseorang. Tujuan pemasangn infus yang kedua yaitu untuk kencegah ketidakseimbangan cairan dan elektrolit tubuh manusia. Dan tujuan pemasangan infus yang ketiga yaitu untuk mempermudah pemberian obat atau terapi melalui vena, biasanya terapi ini bersifat emergency atau gawat darurat.

SOP Pemasangan Infus (Standar Operasional Prosedur)

Peralatan yang dibutuhkan

  • Cairan Infus sesuai dengan kebutuhan atau terapi
  • Abocath, merupakan jarum yang diselubungi plastik. Sesuaikan ukuran jarum abocath ini dengan kebutuhan.
  • Set infus, dalam set infus ini terdiri dari dua bagian yaitu mikrodrip dan makrodrip. Penggunaan mikrodrip ditujukan untuk anak-anak dengan tetesan 60 tetes / ml. Sedangkan untuk makrodrip ditujukan untuk orang dewasa, yaitu dengan tetesan 20 tetes / ml.
  • Selang Ekstension (Selang Infus)
  • Povidone-iodine Swabs, untuk antiseptik. Bisa juga menggunakan alkohol sebagai penggantinya.
  • Handscoon disposibel, sarung tangan sebagai pelindung diri, (sarung tangan bersih, buka steril).
  • Tourniquet, Alat untuk mengikat bagian tubuh, hal ini ditujukan agar pembuluh darah vena dapat terlihat dengan jelas
  • Spalk, umumnya digunakan pada anak-anak dengan tujuan sebagai penyangga.
  • Kasa dan povidone idone (bentuk salep atau cairan).
  • Plester atau hipavik, digunakan untuk merekatkan abocath agar tida lepas.
  • Perlak dan pengalas, untuk menghindari tempat tidur kotor oleh darah atau cairan infus.
  • Bengkok, digunakan untuk menaruh benda yang akan dibuang
  • Penyangga infusan (Tiang infus).

Langkah-langkah Pemasangan infus

Tahap Pra interaksi

  • Identifikasi terlebih dahulu pasien dan kebutuhan pasien, seperti jenis terapi yang akan diberikan.
  • Lakukan Cuci Tangan
  • Persiapkan alat yang dibutuhkan, sesuaikan dengan alat yang ada dilokasi.

Tahap Orientasi

  • Berikan salam kepada pasien (Salam Terapetik), dan panggil pasien dengan namanya (untuk meningkatkan keakraban).
  • Jelaskan tindakan dan prosedur yang akan diberikan kepada pasien.
  • Berikan ijin juga kepada pasien untuk bertanya.
  • Jika pasien menolak untuk diberikan terapi infus, jelaskan kembali apa dampak yang akan terjadi jika infus tidak diberikan.

Tahap Kerja

  • Terlebih dahulu, anjurkan pasien untuk memakai baju yang mudah untuk keluar dan masuknya infus. Yaitu pakaian yang lengannya lebar.
  • Buka set yang steril dengan tekhnik aseptik
  • Pastikan untuk melakukan pengecekan cairan infus, dengan tekhnik 6 benar. Lihat label nama dengan jelas agar tidak tertukar dengan infusan yang lainnya.
  • Buka Set infus, lalu atur klem (Kunci infus) dibawah tabung drip setinggi 2 sampai 4 Cm. Pastikan Klem dalam keadaan Off.
  • Selanjutnya, buka tutup botol dan lakukan desinfektan pada ujung botol yang akan dihubungkan dengan set infus. Tusukan atau hubungkan set infus dengan cairan infus secara hati-hati, dan pastikan set infus benar-benar masuk.
  • Gantungkan Botol infus (Cairan infus) pada tiang infusan. Lalu isi tabung drip dengan cairan infus, yaitu dengan cara menekannya (isi antara 1/3 sampai 1/2 nya saja)
  • Buka klem sepenuhnya (dalam keadaan On), dan buka juga penutup jarum. Pegang selang bagian ujung dekat jarum, dan biarkan air mengalir pada bengkok. Pastikan tidak ada udara di dalam selang infus, setelah itu tutup klem kembali (dalam keadaan Off).
  • Sekaran saatnya melakukan penusukan, jadi pilih abocath yang sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan.
  • Atur Posisi pasien senyaman mungkin, dan tentukan juga pembuluh darah vena yang akan dilakukan penusukan (umumnya di tangan, tapi bisa juga diarea lainnya).
  • Simpan perlak dan pengalas dibawah lengan atau area yang akan dilakukan penusukan.
  • Bebaskan area yang akan dilakukan penusukan (seperti baju, jam tangan dan sebagainya). Pasang torniquet tepat 10 sampai 15 cm diatas lokasi yang akan dilakukan penusukan.
  • Pakai handscoon untuk melindungi diri
  • Bersihkan kulit dengan kapas alkohol atau dengan povidone-iodone Swabs (pada bagian yang akan dilakukan penusukan). Bersihkan secara melingkar dari bagian dalam keluar.
  • Pertahankan pembuluh darah vena pada posisi yang stabil, atau tidak bergerak kesana-kesini. Agar lebih mudah melihat vena di tangan, minta pasien untuk mengepalkan tangannya, tapi tidak dikeraskan.
  • Pegang abocath dengan sudut kurang lebih 45 derajat, dimana lubang jarum menghadap keatas. Masukan secara perlahan, dan minta pasien untuk tarik napas. Untuk mengetahui apakah abocath masuk, maka akan tampak keluar darah pada bagian ujung abocath, tarik mandrin (bagian jarumnya saja, tidak bagian plastiknya) setinggi 0.5 cm.
  • Dorong abocath secara perlahan, lalu tarik mandrin. Setelah mandrin ditarik, pastikan menekan area tempat masuknya abocath (agar darah tidak keluar). Setelah itu hubungkan antara set infus dengan abocath.
  • Lepas Torniquetnya, dan alirkan cairan infus (buka klem jadi On).
  • Fiksasi abocath dengan plester atau hivapik. Jangan lupa untuk meletakan desinfektan daerah tusukan dan tutup dengan kasa.
  • Atur tetesan infus sesuai dengan perencanaan atau program yang telah ditentukan sebelumnya.
  • Setelah selesai lepaskan sarung tengan. Simpan dalam bengkok untuk dibuang.

Tahap Terminasi

  • Evaluasi hasil tindakan, dan tanyakan respon pasien terhadap tindakan yang telah dilakukan.
  • Hasilnya didokumnetasikan
  • Lakukan kontrak dengan pasien untuk tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.
  • Membereskan peralatan tindakan.
  • Cuci tangan dengan benar (6 langkah cuci tangan).

Itu dia SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam pemasangan Infus. Terimakasih sudah membagikan tulisan ini, karena setiap tulisan yang anda bagikan akan bermanfaat bagi orang lain. sampai jumpa ditulisan yang lainnya, jangan lupa share ke teman sehat anda. salam sehat +62, see you next latter.

Sumber : Praktikum KDM 2. Departement Kesehatan. 2016

Tentang Penulis: fatimah azzahra
Tell us something about yourself.
Share +62