sindrom down ciri, gangguan yang timbul, cara deteksi

Sindrom down

sumber : id.wikipedia.org

Beberapa anak terlahir dengan normal dan beberapa anak lainnya ada yang terlahir dengan kondisi BBLR (berat badan lahir rendah), BBLSR (berat badan lahir sangat rendah), kecacatan, Sindrom down (SD), dan bahkan ada yang baru lahir telah meninggal. Anak yang lahir disertai Downs syndrome akan memiliki hambatan di masa depannya, maka dari itu perlu adanya bimbingan serta perhatian lebih dari orang tuanya. sindrom down (SD) merupakan kelainan genetik bawaan ketika masih dalam kandungan, dimana terjadi kesalahan dalam pembelahan sel.



Embrio pada umumnya menghasilkan 2 salinan kromosom 21, namun pada Anak dengan SD bertambah 1 salinan kromosom (menjadi 3 salinan kromosom) yang mengakibatkan total kromosom sebanyak 47, yang seharusnya berjumlah 46 kromosom. SD sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu Mosaicsm dan translocation, perbedaanya bisa dilihat dari jumlah kromosom yang mana mosaicsm memiliki 47 kromosom, sedangkan translocation terlihat normal yaitu 46 kromosom (namun memiliki salinan kromosom 21 penuh, melekat pada kromosom lain).

Mengetahui seseorang terkena sindrom down

Untuk mengetahui seseorang mengalami kelainan ini, dapat dideteksi sebelum lahir dan setelah lahir. Pemeriksaan yang sering dipakai di pelayanan kesehatan adalah skrining dan diagnostik. Dengan test ini dapat memperkirakan apakah bayi yang lahir akan mengalami sindrom down atau tidak.

Test skrining yang tersedia saat ini adalah USG dan darah, sedangkan tes diagnostic yaitu Chorionic Villus Sampling (CVS) dan amniosentesis. Pemeriksaan CVS dilakukan pada trimester pertama yaitu pada usia kehamilan 9 dan 14 minggu, sedangkan amniosentesis dilakukan pada trimester kedua yaitu pada usia kehamilan 15 dan 20 minggu. Prosedur CVS dan amniosentesis dapat mengakibatkan resiko keguguran sebesar 1%, namun keakuratan hasil prosedur hampir 100%.



Untuk mengetahui sindrom down setelah lahir, maka dapat melihat ciri-ciri fisik tertentu seperti tonus otot rendah atau bentuk wajah rata. Namun, ciri-ciri tersebut juga bisa terjadi pada bayi yang lahir normal. Untuk memastikan apakah bayi yang lahir tersebut memang Downs syndrome, maka perlu adanya pemeriksaan darah (analisa kariotipe).

Ciri-Ciri anak yang mengalami Sindrom Down

Gangguan yang dapat dialami Oleh anak penyandang sindrom down

Gangguan Pendengaran

Anak yang Terjangkit SD terkadang ada yang mengalami rongga hidung yang kecil sehingga tidak mampu melawan flu, jika hal ini tidak segera ditangani maka akan berdampak pada gangguan pendengaran serta proses belajar.

Gangguan Komunikasi

Terkadang beberapa anak dengan SD bisa mengalami gangguan komunikasi dan berbahasa, mereka perlu berlatih lebih keras dibanding orang-orang pada umumnya.



Lalu apa saja yang bisa mengakibatkan seseorang beresiko mengalami sindrom down?

Faktor risiko timbulnya sindrom down

cara mengatasi sembelit saat hamil

Usia Ibu Hamil

Menurut National Downs Syndrome Soceity (NDSS) mengungkapkan bahwa usia ibu saat kehamilan menentukan resiko terjadinya sindrom down pada calon anak. Menurut grafik bahwa semakin tinggi usia ibu ketika hamil akan semakin beresiko untuk mempunyai anak yang mengalami Downs syndrome.

Genetik

Sindrom down juga dapat diturunkan dari orang tuanya baik dari pihak ibu ataupun ayah. Meskipun orang tua ini tidak merasakan gejala Downs syndrome, tapi bisa saja terjadi pada calon anak yang akan dilahirkan. Jika genetik Downs syndrome dibawa oleh laki-laki maka persentasi resikonya sebesar 3%, sedangkan jika berasal dari perempuan, bisa mencapai 10 sampai 15 %.



sedang hamil

Pernah Melahirkan bayi yang mengalami Sindrom Down

Jika sang ibu pernah melahirkan seorang anak yang menderita sindrom down, maka kelahiran anak selanjutnya beresiko untuk menderita Downs syndrome. Kemungkinan kejadiannya adalalah 1:100.

Jumlah Saudara kandung serta Jarak kelahiran

Dari hasil penelitian menunjukan bahwa resiko memiliki anak dengan sindrom down dipengaruhi oleh jumlah saudara kandung serta jarak kelahirannya. Jika seorang ibu pertamakali melahirkan pada usia tua maka akan semakin tinggi resiko memiliki anak dengan Downs syndrome, begitupun jarak kelahiran anak selanjutnya, jika semakin jauh jaraknya maka akan semakin tinggi resikonya.

Kekurangan asam Folat

Kekurangan Asam Folat

Bagi wanita yang ingin hamil sebaiknya mencukupi kebutuhan asam folatnya, bahkan semenjak remaja. Karena menurut beberapa ahli mengungkapkan, bahwa sindrom down dapat dipengaruhi oleh kerja metabolisme tubuh yang kurang optimal dalam memecah asam folat.



Faktor Lingkungan

Seorang anak sindrom down dipengaruhi oleh seberapa sering ia sewaktu dalam kandungan terpapar zat kimia. Dimasyarakat indonesia, rokok sering menjadi masalah bagi ibu hamil, rokok mengandung zat racun yang berbahaya. Seorang ibu yang Merokok akan mengakibatkan rantai kromosom yang lebih pendek, selain beresiko Downs syndrome, merokok dapat mengakibatkan bayi lahir dengan kelainan otak dan jantung.

Penanganan Anak Dengan Sindrom Down

Menurut sumber yang diterima bahwa SD (Downs syndrome) tidak dapat dicegah, meskipun demikian dapat kita deteksi sehingga ada persiapan untuk penanganan anak dengan Downs syndrome. Selain itu, mengatur jarak atau program kehamilan perlu untuk didiskusikan dengan pelayanan kesehatan.

Anak dengan SD (Downs syndrome) akan mendapat beberapa kelainan seperti jantung bawaan, gangguan gigi dan sebagainya. Tetapi, tidak semua anak dengan Downs syndrome mengalami penyakit atau gangguan berat. maka dari itu jika sahabat +62 menenemukan karakteristik yang sama, sebaiknya bawa anak sahabat untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan di pelayanan kesehatan.

Oh ya, jangan berkecil hati dengan anak yang mengalami Downs syndrome (SD), karena pada dasarnya mereka masih mampu untuk berkarya. Kelainan sindrom down adalah kelainan kromosom, bukan otaknya. Mereka yang terjangkit memang akan sedikit terlambat dalam belajar, namun mereka mampu untuk hampir menyamai anak-anak pada umumnya.

Beberapa terapi mungkin diperlukan bagi anak yang mengalami Downs syndrome. Maka dari itu, silahkan berkunjung ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisi si anak. jaga si buah hati, karena mereka akan membutuhkan perhatian yang lebih

Mungkin sampai disini dulu sahabat +62, jangan lupa bagikan ya. Dengan membagikan tulisan ini, dapat membantu warga +62 menjadi lebih cerdas

Ingat : 21 maret – Hari Sindrom Down Sedunia

ISDI (ikatan sindrom down Indonesia)

Baca Hal Menarik Lainnya :

Terimakasih sudah membagikan Tulisan kami, dengan membantu membagikan maka sahabat +62 sudah membantu kami dalam mencerdaskan warga +62.

Sumber :