Menu Tutup

Peran perawat menurut konsorsium ilmu kesehatan

Peran perawat menurut konsorsium ilmu kesehatan

Apa peran perawat sebenarnya ?, apakah benar perawat sebagai pembantu dokter ?, dan apakah peran perawat menurut konsorsium ilmu kesehatan ?. Perawat seringkali dianggap sebagai pembantu dokter, hal ini tentu tidak lepas dari sejarah keperawatan sendiri. padahal jika kita menyelam lebih dalam, kita akan tahu bahwa perawat dan dokter memiliki tugas yang berbeda, sama seperti farmasi, bidan, dan analisis kesehatan. Dimana semuanya bekerja sebagai tim medis atau tim kesehatan, yang sama-sama memiliki tujuan untuk menyembuhkan pasien.

Dahulu, dalam pengobatan dan ilmu kesehatan sendiri, seseorang hanya mengenal satu profesi yaitu kedokteran. Dimana, semua tugas penyembuhan dan pengobatan dilakukan sendiri oleh seorang dokter, jadi dokter harus mampu membuat obat dan melakukan pengobatan, hal ini memang terbilang sangat berat. Seiring berjalannya waktu, ilmu kesehatan terbelah menjadi bercabang-cabang, mulai dari kesehatan masyarakat, farmasi, ataupun keperawatan.

Keperawatan di indonesia masih pada tahap revolusi, hal ini karena dulu peran perawat memang terlihat seperti pembantu dokter. Namun sekarang, keperaratan merupakan pelayanan kesehatan mandiri yang mampu membuka pelayanan kesehatan sendiri, tentunya sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Perawat sendiri memiliki 7 peran penting dalam dunia pelayanan kesehatan, mulai dari pelayanan asuhan keperawatan, sampai peran perawat sebagai pembaharu.

7 Peran Perawat Menurut Konsorsium Ilmu Kesehatan

Tepatnya pada awal tahun 1989, konsorsium mengutarakan pendapatnya tentang peran perawat di dunia kesehatan. Dimana dia membagi peran perawat menjadi 7 bagian, yaitu:

1. Sebagai Pemberi Asuhan Keperawatan

Peran Perawat yang paling utama yaitu memberikan asuhan keperawatan. Seperti yang digambarkan maslow dalam bentuk pyramid, bahwa manusia memiliki 5 tingkatan kebutuhan, mulai dari kebutuhan fisiologis sampai pada tahap aktualisasi diri. seorang perawat akan mengkaji apakah kebutuhan fisiologisnya baik atau tidak, jika tidak maka akan diselsaikan masalahnya, pada tahap dasar ini ada 5 kebutuhan yang harus dipenuhi seperti kebutuhan oksigen dan sebagainya.

2. Sebagai Advokat

Perawat Berperan sebagai advokat, atau dapat diartikan juga sebagai pelindung pasien. Dimana seorang perawat harus mampu untuk merahasiakan hal-hal yang tidak boleh diketahui oleh orang lain, seperti hak-hak privacy pasien dan sebagainya. Seorang perawat juga harus bertanggung jawab atas keselamatan pasien, Sehingga apapun jenis pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, Maka harus disepakati terlebih dahulu oleh pasien (dengan terlebih dahulu diberikan penjelasan).

3. Sebagai Edukator

Setiap Keluarga dan pasien yang datang ke pelayanan kesehatan atau rumah sakit seringkali terlihat bingung dan khawatir, kondisi ini biasanya diakibatkan karena ketidaktahuan tentang penyakit yang dialami pasien, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan sehingga mereka memerlukan informasi (edukator). Edukator sendiri dapat diartikan sebagai pemberian informasi kepada pasien atau keluarga, sehingga mereka jadi paham tentang diagnosa yang menjangkitnya.

Dalam memberikan edukator, perawat harus mampu untuk berkomunikasi secara jelas, dan mudah dipahami. Terutama dalam pemilihan kata atau kalimat.

4. Sebagai Koordinator

Dalam menjalankan peran perawat sebagai koordinator, maka seorang perawat harus memiliki konsentrasi dan pemikiran yang baik. Setiap pelayanan yang diberikan kepada pasien harus terorganisir dan terarah sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan, sehingga kesembuhan pasien menjadi lebih cepat dan terukur.

Mengkoordinir pelayanan kesehatan dimulai dari tim perawatan terlebih dahulu, membagi tugas tiap perawat, dan memberikan perawatan sesuai jadwal yang ditentukan. Sehingga kegagalan perawatan sangat minim.

5. Sebagai Kolaborator

Peran Kolaborator atau kolaborasi, menjadi salah satu bagian yang penting dalam penyembuhan pasien. Di rumah sakit sendiri, terdapat berbagai profesi untuk membantu penyembuhan pasien, yaitu seperti (perawat, farmasi, gizi, analis, dan dokter). Sehingga perawat perlu untuk menyampaikan apa saja yang sedang dialami oleh pasien saat ini, agar nantinya penanganan atau pemberian pelayanan kesehatan dapatberjalan dengan baik.

Misalnya seperti kolaborator antara perawat dengan tim gizi, yang menyampaikan bahwa Si A alergi terhadap kacang-kacangan. Sehingga ahli gizi mencarikan makanan pengganti yang lainnya.

6. Sebagai Konsultan

Perawat juga dapat berperan sebagai konsultan, apalagi perawat merupakan orang yang paling dekat dengan pasien. Dimana pasien dapat menceritakan berbagai keluh kesahnya, baik sebelum sakit atau setelah sakit. sehingga perawat dapat memberikan solusi, atau memberikan dukungan kepada pasien.

Dengan adanya konsultan antara pasien dan perawat, maka masalah yang dialami oleh pasien akan semakin jelas. Sehingga dapat membantu perawat dalam menentukan masalah yang dihadapi oleh pasien dan menarik perencanaan yang akan diberikan.

7. Sebagai Pembaharu

Berbagai penyakit yang timbul pada masyarakat semakin hari semakin banyak dan kuat, sehingga perlu adanya peningkatan pelayanan kesehatan, maka dari itu inilah pentingnya peran perawat sebagai pembaharu. Dengan adanya perombakan dari sistem pelayanan kesehatan yang kurang bagus, akan meningkatkan penyembuhan dan pengobatan pasien. Jadi seorang perawat tidak hanya boleh berdiam diri dan menerima tekhnik perawatan saja, tetapi harus mampu untuk mengembangkannya menjadi lebih baik.

Itulah dia peran perawat menurut konsorsium dalam kesehatan. Semoga dapat membantu anda, terimakasih sudah membagikan tulisan kami, karena setiap yang anda bagikan begitu berharga bagi kami, salam sehat warga +62 dan sampai berjumpa dihari yang indah lainnya.

Tentang Penulis: myarfayat
Tell us something about yourself.
Share +62