Pengertian dan Sejarah berdirinya APOTEK

Pengertian dan Sejarah berdirinya APOTEK

Apotek berasal dari bahasa belanda yaitu Apotheek. Apotek adalah tempat menjual obat, membuat obat, meracik obat, dantempat apoteker melakukan praktek profesi farmasi.Menurut(Permenkes No. 9 Tahun 2017, pasal 1, ayat 1. Tentang apotek.)Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker.



Sejarah penamaan apotek pertamakali diperkenalkan oleh seorang tokoh yunani yang bernama Galenus pada tahun 130-200 M. Seorang tokohahli meracik obat dari sari pati tumbuhan, dan sekarang ilmunya dikenal dengan istilah Ilmu Galenika. Pada waktu itu ia menamakan tempat memeriksa pasiennya sebagai “Iatron” dan tempat menyimpan obat sebagai “Apotheca” yangberarti gudang.

Kemudian apotek terus berkembang hingga menjadi tempat untuk menyimpan, membuat,dan mengelola dalam menyalurkan obat-obatan. Berkisar tahun 750 M, dan terletak di Baghdad bukan di Romawi. Hingga munculah seorang tokoh bernama Ibnu sina (Avicenna) tahun930 M penemu sediaan Pill, Suppositoria, Syrup, dll. Ia dikenal sebagai “Bapak Kedokteran Modern”.

Pada waktu itu ilmu Farmasi dan Kedokteran masih dipegang oleh satu ahli. Hingga pada tahun 1240 M,Kaisar Frederick II mengeluarkan maklumat untuk memisahkan ilmu farmasi dan kedokteran. Dengan maklumat ini maka keahlian farmasi menjadi profesi resmi yang terpisah dari kedokteran. Dimana Dokter bertugas untuk memeriksa dan membuat resep, sedangkan Apoteker bertugas untuk menyiapkan dan memberikan obat yang tertulis pada resep.



Pada tahun 1493 M lahirlah tokoh dari Swiss

bernama Philipphus Aureolus The ophratus Bombastusvon Hohenheim (Paracelcus) sebagai pelopor penggunaan bahan kimia dan mineral dalam pengobatan,dan dikenal sebagai “Bapak toksikologi”. Dan Johann JakobWepfer (1620 M) berhasil memverifikasi efek farmakologi dan toksikologi obat pada hewan percobaan, dan sekarang dikenal sebagai Uji Praklinik (Uji pada hewan, sebelum melalukan uji klinik)dan Uji Klinik (Uji pada manusia).

Pada tahun 1897 Mlahirlah Farmasi modern

Saat Felix Hoffmann menemukan cara menambahkan dua atom ekstra carbon dan lima atom ekstra hidrogen ke dalam ekstrak kulit kayu Willowmenghasilkan Acetylsalicylicacid (asetosal) yang sekarang dikenal dengan nama aspirin.Setelah penemuan tersebut terbentuklah perusahaan farmasi modern dunia bernama Bayer. Tahun ke tahun industri farmasi terus berkembang dan melahirkanperusahaan-perusahaan dan obat-obat lainnya seperti: Khlorpromazine(1953,Laboratoires Rhône-Poulenc), Penicilin (1928,Alexander Fleming),Insulin (1920, John McLeod), dll.

Sejarah Apotek di Indonesia

Sejarah apotek di Indonesia pertama kali masuk saat masa kolonial Belanda. Yaitu bernama NV ChemicalienHandleRathkamp& Co. didirikan oleh Belanda (1817, SekarangPT. Kimia Farma). Jumlah tenagaApoteker dari Indonesia pada saat itu sangat sedikit karena keterbatasan pendidikan oleh pemerintah belanda, dan kebanyakan terdapat dari Austria, Belanda, Denmark, dan Jerman.



Hingga setelah kemerdekaanIndonesia, didirikanlah Perguruan tinggi farmasi di Klaten (1946, sekarang UGM) dan di Bandung (1947, sekarang ITB). Dan dikarenakan kekurangan Tenaga asisten apoteker, didirikanlah sekolah ahli madya negeri pertama di Jakarta tahun 1950.

Pada tahun 1953, disebabkan kekurangannya Tenaga apoteker. Maka dikeluarkanlah UU tahun 1953 No.3 tentang pembukaan apotek, sehingga pemerintah dapat menutup daerah yang sudah dianggap cukup. Dan UU tahun 1953 No. 4 tentang apotek darurat, yang membenarkan Asisten apotek untuk memimpin sebuah apotek. Undang-undang ini harusnya berakhir pada tahun 1958, akan tetapi ditambah 5 tahun menjadi tahun 1963.

Sekarang tempat menyalurkan keahlian farmasi dibagi beberapa macam, berikut beberapa macam bidang kefarmasian yang diatur oleh peraturan yang berlaku di Indonesia :



  1. Apotek

(Permenkes No. 9 Tahun 2017,pasal 1, ayat 1. Tentang apotek.) Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker.

  1. Instalasi Famasi Klinik

(Permenkes No. 9 Tahun 2014,pasal 1, ayat 3. Tentang klinik.) Instalasi Farmasi Klinik adalah bagian dari Klinik yang bertugas menyelenggarakan, mengoordinasikan, mengatur, dan mengawasi seluruh kegiatan pelayanan farmasi serta melaksanakan pembinaan teknis kefarmasian di Klinik.

  1. Instalasi Farmasi Rumah Sakit

(Permenkes No. 58 Tahun 2014,pasal 1, ayat 9. Tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit.)Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah unit pelaksana fungsional yangmenyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit.



  1. Industri Farmasi

(PermenkesNo. 1799/MENKES/PER/XII/2010, pasal 1, ayat 3. Tentang industri farmasi.) Industri Farmasi adalah badan usaha yang memiliki izin dari Menteri Kesehatan untuk melakukan kegiatan pembuatan obat atau bahan obat.

  1. Pedagang Besar Farmasi (PBF)

(Permenkes No. 1148/MENKES/PER/VI/2011, pasal 1, ayat 1. Tentang pedagang besar farmasi.) Pedagang Besar Farmasi, yang selanjutnya disingkat PBF adalah perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran obat dan/atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pada tahun 31 desember 2019, tercatat jumlah tenaga kefarmasian di 34 provinsi di Indonesia berjumlah 63177. Dengan Apoteker =20426, Sarjana Non-Apoteker =2666, Ahli madya (Asisten apoteker) = 24042, Analis farmasi = 2115, Asisten tenaga kesehatan farmasi = 13928.

Artikel Sebelumnya tentang Apotek :