Menu Tutup

Kateter : Pengertian, Indikasi, dan SOP Pemasangan Kateter

Kateter : Pengertian, Indikasi, dan SOP Pemasangan Kateter

Apa itu Kateter foley?, untuk apa sih penggunaan kateter itu, dan bagaimana SOP pemasangan Kateter yang benar itu, apakah sama antara pria dan wanita ?. Kateter foley dipasang untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu digunakan pada seseorang yang mengalami masalah dengan gangguan eliminasi atau memang perlu istirahat yang banyak. Dalam pemasangan kateter ada berbagai hal yang harus diperhatikan seperti kebersihan diri dan ukuran katater yang tepat, karena ukuran kateter untuk anak berbeda dengan ukuran kateter dewasa, begitu juga ukuran kateter antara pria dan wanita.

Kateter (Pengertian, Indikasi, dan SOP Pemasangan Kateter)

Pengertian : Apa Itu Kateter ?

Kateter adalah sebuah alat yang digunakan untuk melancarkan pengeluaran air kencing (urin), dimana kateter ini terbuat dari berbagai bahan seperti polyetheline, nylon, logam, karet, dan silicon. Alat kateter ini sering juga disebut sebagai kateter foley, dimana ujung alat ini terdapat sebuah gelembung dan diujung lainnya berbentuk cabang (untuk keluarnya air urin, dan untuk memasukan air penahan).

Indikasi : kondisi apa yang membuat seseorang memakai kateter ?

  1. Pertama, pemasangan Kateter foley seringkali digunakan pada seseorang yang telah menjalani operasi. Ada berbagai hal yang membuat seseorang harus dilakukan pemasangan kateter setelah operasi ini, yaitu karena dia harus full istirahat atau memang operasi yang dilakukan berhubungan dengan sistem perkemihan.
  2. Kedua, pemasangan kateter foley digunakan untuk orang yang mengalami gangguan eliminasi. Seperti susah buang air kecil atau terjadinya distensi vesika urinaria, sehingga urin dapat keluar dengan lancar seperti sediakala.
  3. ketiga, pemasangan kateter ini diberikan pada orang yang akan dilakukan pemeriksaan urin. Seperti mengukur jumlah urin harian, melihat warna urin, dan sebagainya. Sehingga hasil ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam mendirikan diagnosa penyakit.

Tujuan Pemasangan Kateter

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa tujuan dari pemasangan kateter foley ini yaitu untuk melancarkan eliminasi (pengeluaran urin) seseorang. Sehingga, antara input (konsumsi) air dan output (pengeluaran) air dapat berlangsung secara normal.

Ukuran Kateter Foley

Ukuran kateter pada anak tentu akan berbeda dengan ukuran kateter orang dewasa, begitu juga ukuran kateter untuk wanita akan berbeda dengan ukuran kateter untuk pria. Dalam mengukur kateter foley, satuan yang digunakan adalah french, jadi 1 french itu sama dengan 1/3 dari mm. Jika ukuran kateter adalah 18 french, itu berarti ukuran luar atau diameter kateternya sebesar 6mm.

Ukuran kateter anak umumnya berkisar antara 8 sampai 10 French. Lalu, ukuran untuk wanita dewasa berkisar antara 14 sampai 16 french, dan ukuran kateter pria (laki-laki) dewasa yaitu 16 sampai 18 french. Perlu diingat bahwa dalam menggunakan kateter ini, bahwa ukuran kateter tidak harus serta merta sesuai dengan ukuran uretra seseorang.

SOP Pemasangan Kateter

Persiapan Alat

  • Baki
  • Kantong penampung urine (Urine Bag).
  • Kateter steril, ukuran disesuaikan dengan pasien.
  • Kassa.
  • Cairan pelumas/jelly.
  • Kapas sublimat/kapas savlon steril dalam tempatnya.
  • Perlak dan alasnya.
  • Korentang.
  • Pinset anatomi atau sarung tangan steril.
  • Duk steril.
  • Sketsel.
  • Bengkok 2 buah (untuk kapas kotor dan penampung urine.
  • Spuit 10-20 cc dan aquabides.
  • Plester atau gunting.
  • Selimut ekstra.

Persiapan Pasien

Memberitahu pasien terlebih dahulu tentang tindakan yang akan dilakukan, dan posisi pasien sesuai dengan jenis kelamin. Jika pemasangan kateter dilakukan pada pria, maka posisi yang tepat adalah berbaring dengan kaki diluruskan, sedangkan pemasangan kateter pada wanita yaitu dengan posisi dorsal recumbent (Seperti melahirkan).

Persiapan Lingkungan

Dalam mempersiapkan lingkungan yang tepat untuk pemasangan kateter ini, yang perlu kita perhatikan adalah kenyamananan saat tindakan, seperti menjaga privacy (menutup sampiran).

Tindakan

  1. Pasang ekstra selimut.
  2. Perlak dan alasnya dipasang di bawah bokong dan lepas pakaian.
  3. Meletakkan dua bengkok diantara kedua tungkai.
  4. Mencuci tangan.
  5. Pakai sarung tangan.
  6. Memasang duk steril.
  7. Tahapan Selanjutnya, pemasangan dibedakan berdasarkan jenis kelamin, berikut uraian lebih jelasnya.

Pasien Perempuan :

  • Membuka labia minora dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri, dan tangan kanan
    memengang kapas sublimat.
  • Membersihkan vulva dengan kapas savlon/sublimat dari labia mayora dari atas
    kebawah 1 kali usap, kapas kotor diletakkan dibengkok, kemudian labia minora, dan
    perineum sampai bersih (sesuai kebutuhan) .
  • Dengan memakai sarung tangan atau dengan pinset anatomis mengambil kateter dan diberi pelumas pada ujungnya 2.5-5 cm.
  • Perawat membuka labia minora dengan tangan kiri.
  • Memasukkan kateter ke dalam orificium uretra perlahan-lahan (5-7.5 cm dewasa) dan menganjurkan pasien untuk menarik nafas panjang.
  • Urine yang keluar ditampung dalam bengkok atau botol steril dan masukan lagi.
  • Bila kateter dipasang tetap/permanen maka, isi balon 5-15 cc (kateter dikunci memakai spuit dan aquades steril).
  • Tarik sedikit kateter untuk memeriksa bolan sudah terfiksasi dengan baik.
  • Menyambung kateter denganĀ urobag/urine bag.
  • Fiksasi kateter di paha dengan plester bila untuk aktifitas.
  • Pasien dirapikan dengan angkat pengalas dan selimut.
  • Rapikan dan alat-alat dibereskan.
  • Lepas sarung tangan.
  • Mencuci tangan.
  • Buka sampiran.

Pasien Pria :

  • Tangan kiri perawat memegang penis atas.
  • Preputium ditarik sedikit ke pangkalnya dan dibersihkan dengan kapas savlon minimal 3 kali.
  • Oleskan minyak pelicin pada ujung kateter sepanjang 12.5-17.5 cm.
    4. Penis agak ditarik supaya lurus, dan kateter dimasukkan perlahan-lahan (17.5-22 cm (dewasa) dan menganjurkan pasien untuk nafas panjang.
  • Urine yang keluar ditampung dalam bengkok atau botol steril lalu masukkan lagi 5 cm.
  • Bila kateter dipasang tetap/permanen maka kateter dikunci memakai spuit dan
    aquabides steril (mengisi balon)
  • Menyambung kateter denganĀ urobag/urine bag.
  • Fiksasi kateter di paha dengan plester bila untuk aktifitas.
  • Pasien dirapikan dengan angkat pengalas dan selimut.
  • Rapikan dan alat-alat dibereskan.
  • Mencuci tangan.
  • Buka sampiran.

Sikap Ketika Melakukan Pemasangan Kateter

  • Menunjukkan sikap sopan dan ramah.
  • Menjamin Privacy pasien.
  • Bekerja dengan teliti.
  • MemperhatikanĀ body mechanism

Setelah selesai, penting untuk menanyakan keadaan serta kenyamanan pasien setelah dilakukan tindakan pemasangan kateter. Lalu, lakukan observasi pengeluaran urine seperti (jumlah urin, warna urin, dan bau urin).

Perawatan Kateter

Kateter tidak bisa selamanya dipasang secara permanen, hal ini karena kateter juga bisa kadaluarsa, sehingga pemakaian dalam jangka waktu yang panjang akan mengakibatkan gangguan eliminasi. Maka dari itu, Kateter harus diganti setelah 3 sampai 4 hari setelah dilakukan pemasangan kateter.

Itu dia informasi seputar kateter, indikasi, ukuran, sop pemasangan kateter dan sebagainya. Terimakasih sudah membagikan informasi ini ke teman dekat anda, salam sehat warga +62

Tentang Penulis: alice monicha
seorang penulis kesehatan yang berusaha untuk terus bermanfaat bagi masyarakat
Share +62