Diabetes Melitus : Pengertian, Tanda Gejala, Pengobatan

Diabetes Melitus

Assalamu’alaikum Sahabat +62, Tahukah sahabat bahwa Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang dikenal sebagai Silent Killer atau Pembunuh secara diam-diam. Dikatakan sebagai silent killer karena Beberapa orang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap penyakit DM, yang pada akhirnya timbulah komplikasi seperti penyakit jantung.

Dari tahun ke tahun, seseorang yang mengidap penyakit diabetes melitus mengalami peningkatan. Dari data riskesdas pada tahun 2007 sampai 2013, hampir seluruh wilayah mengalami peningkatan, ini juga sebagai penanda bahwa buruknya pola hidup masyarakat kita. 



Sebelumnya, sahabat +62 perlu untuk selalu mengingat tanggal 14 november, karena pada tanggal tersebut merupakan hari Diabetes melitus sedunia.

Diabetes Melitus : Pengertian, Tanda Gejala, Pengobatan.

Apa Itu Diabetes Melitus ?

Diabetes Melitus merupakan kondisi dimana kadar gula dalam darah menjadi tidak terkontrol, hal tersebut diakibatkan karena pankreas tidak cukup memproduksi insulin, atau tubuh kita tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi.

Untuk menentukan apakah seseorang mengidap penyakit DM atau tidak, maka perlu adanya hasil test penunjang. Yup, Tes Gula darah menjadi data penunjang untuk mendiagnosa apakah seseorang terkena DM. Selain tes gula darah, gejala umum yang sering terjadi pada penderita DM adalah Mudah sering haus, banyak makan, sering kencing, dan berat badan turun.



Diabetes melitus dibagi menjadi 2 tipe yaitu tipe 1 dan tipe 2, apa perbedaanya?. DM tipe 1 merupakan kondisi dimana pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak sama sekali, sehingga gula darah (jenis glukogen) tidak dapat diolah menjadi sumber energi. Sedangkan DM tipe 2 adalah DM yang sering dikatakan sebagai Hipersensitif insulin, dimana insulin tidak berfungsi dengan baik.

Apa saja Faktor Risiko Diabetes melitus ?

Seseorang yang memiliki kebiasaan buruk sangat berisiko terkena penyakit Diabetes Melitus. Salah satu kebiasaan buruk adalah merokok. Persentase merokok terhadap risiko terkena diabetes sangatlah tinggi, yaitu sebesar 24,3 % (hasil persentase merokok setiap hari).

Selain merokok, risiko penyakit DM juga meningkat pada orang-orang yang gemuk atau obesitas sentral. Hasil persentasenya bahkan lebih tinggi dari merokok yaitu sebesar 26,6 %. Jika sahabat +62 merasa obesitas maka sudah saatnya menurunkan berat badannya, dan jika belum tahu apakah sahabat mengalami obesitas atau tidak? Maka silahkan cek di link dibawah ini :



Sahabat +62, Penyakit hipertensi juga dicatat sebagai salah satu faktor risiko timbulnya Diabetes. Jadi, jika tekanan darah sahabat tinggi, yaitu lebih dari 140 maka sebaiknya segera obati ke pelayanan kesehatan terdekat. Atau sahabat bisa mencoba tips-tips untuk menurunkan tekanan darah tinggi di link berikut :

Selain hipertensi, orang yang lebih banyak diam (kurang aktivitas), keturunan (orang tuanya mengidap diabetes melitus), dan memiliki nilai kolesterol tinggi juga berisiko terkena penyakit DM.  Ada satu faktor risiko yang lebih besar dari poin-point diatas yaitu diet yang tidak seimbang.

Seseorang yang diet atau pola makan yang buruk lebih berisiko terkena penyakit Diabetes melitus. Diet dengan minum atau makan-makanan manis lebih dari satu kali perhari berisiko terkena DM dengan persentasi 53,1%, disusul dengan konsumsi makanan atau minuman berlemak sebesar 40,7%, dan makanan atau minuman asin sebesar 26,2%.



Jadi sahabat +62, mulai sekarang aturlah pola makan yah. jangan terlalu banyak konsumsi yang manis, berlemak, dan juga asin.

Apa Saja tanda dan gejala seseorang terkena diabetes melitus?

Tiga tanda umum yang dapat kita lihat pada seseorang yang mengalami Diabetes melitus, yaitu disingkat dengan 3P. Pertama adalah Poliuria (sering kencing), kedua adalah polidipsia (mudah haus), dan ketiga adalah Poligiftia (mudah lapar). Tanda dan gejala lain yang dapat kita lihat yaitu penurunan berat badan dan mudah lelah.

Tes penunjang yang lebih akurat adalah tes gula darah. umumnya seseorang yang normal akan memiliki nilai gula darah tidak lebih dari 100 mg/dl, pengukuran tersebut berdasarkan tes gula darah puasa (tidak makan selama 8 jam) . Jadi jika lebih dari normal dapat dikatakan Mengidap penyakit Diabetes Melitus. Namun, untuk mengetahui apakah seseorang mengidap DM tipe 1 atau tipe 2, perlu diperiksakan ke pelayanan kesehatan.



Tes sederhana yang dapat kita lakukan adalah kencing disekitar semut, ingat ya “disekitar”. Seseorang yang air kencingnya di geromboli semut, ini dapat dikatakan bahwa kita memiliki kadar gula darah yang tinggi (kencing manis).

Apa Pengobatan serta perawatan bagi seseorang yang mengidap Diabetes Melitus ?

Tipe DM yang sering menjangkit seseorang adalah Diabetes Melitus Tipe 1, yaitu sebesar 90% dan sisanya adalah tipe 2. Pengobatan dan perawatannya pun juga pasti berbeda, namun seseorang yang terjangkit DM baik tipe 1 atau tipe 2, perlu untuk mengatur Diet dan Pola makan.

Seseorang yang mengalami Diabetes Melitus tipe 1, akan mendapatkan suntikan atau obat insulin sepanjang hidupnya (jika hasil pemeriksaan memang terjadi kerusakan pada pankreas dan tidak dapat pulih). Orang yang Mengalami DM Tipe 1 dituntut untuk bisa menyuntikan insulin secara mandiri, selain itu harus bisa mengukur kadar gula yang dimakan dengan jumlah insulin yang harus dimasukan.

Sedangkan seseorang yang mengalami DM Tipe 2, pengobatan dilakukan pada pengaturan gaya dan pola hidup. Berolahraga dan mangatur makanan menjadi rutinitas yang harus dilakukan, dan harus sering cek gula darah (bisa dilakukan mandiri dengan alat cek gula darah atau pergi ke pelayanan kesehatan). Jika kadar gula darah belum juga mengalami penurunan, maka perlu untuk mendapatkan obat insulin.

Media Pembantu serta Sumber Tambahan :

Google-scholar

alodokter

Wikipedia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *