Demensia : Pengertian, Tanda Gejala, Pengobatan

demensia

Diusia Lansia adalah fase yang sangat rentan terhadap penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular seperti penyakit demensia. Penyakit ini lebih banyak terjadi pada lansia, hal ini berhubungan dengan proses penuaan. Penyakit ini juga umumnya ditandai dengan hilangnya beberapa ingatan dan lambatnya proses berfikir.

Penyakit demensia akan semakin meningkat seiring peningkatan UHH (usia harapan hidup). di indonesia sendiri angka UHH menjadi lebih baik atau terjadi peningkatan, hal ini menjadi peringatan bagi kita untuk melakukan pencegahan agar memperingan resiko dari penyakit ini.



DEMENSIA

Seseorang yang terkena penyakit demensia akan berubah dari segi perilaku dan kesehariannya sebesar 360 derajat. Dampak yang timbul pada seseorang yang terjangkit penyakit ini yaitu akan terlihat Ling-lung, susah menghitung, lupa moment indah dan bahkan lupa terhadap keluarga.

Apa Itu Demensia ?

Demensia merupakan penurunan fungsi otak pada manusia sehingga penderita mengalami kesulitan dalam berfikir dan menjalankan aktivitasnya. Beberapa orang sering menyebutnya gangguan kognitif, Biasanya seseorang yang normal IQ (intelektual question) nya, mampu untuk berhitung, mengingat tanggal, serta makan dengan normal. 

Namun bagi mereka yang mengalami demensia akan terjadi penurunan IQ. Penurunan ini akan mengakibatkan ia terlihat linglung, lupa akan tanggal, lupa jalan pulang, sulit dalam berhitung, dan sulit dalam aktivitas kesehariannya seperti makan.



Apa Yang mengakibatkan seseorang mengalami Demensia ?

seseorang yang mengalami penyakit ini terkadang tidak dapat diketahui penyebabnya, dan yang sering terjadi adalah karena alzheimer. Demensia akibat alzheimer ini belum ada obatnya dan beberapa referensi mengatakan tidak dapat diobati.

Namun, beberapa orang yang mengalami demensia akibat kecelakaan seperti benturan di kepala, masih dapat diobati sampai 100% pulih (tergantung seberapa besar timbulnya kecelakaan).Faktor keturunan seringkali disebut-sebut sebagai faktor risiko demensia. memiliki orang tua yang pernah mengidap demensia, seringkali beresiko tinggi terjadi juga pada anaknya.

Apa Tanda dan Gejala Demensia ?

Seseorang yang mengidap penyakit ini akan mengalami berbagai masalah seperti kesulitan dalam berbicara (komunikasi), sehingga orang yang ingin berkomunikasi dengan para pengidap demensia harus menerapkan komunikasi yang tepat.



Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh (seperti menggerakan tangan) dan mengedepankan perasaan akan mempermudah dipahami oleh para penderita.Selain gangguan dalam berbicara ia akan mengalami masalah dalam mengambil keputusan, mudah lupa terhadap tempat dan waktu, serta kesulitan dalam memecahkan masalah. 

jika dilihat dari kegiatan sehari-harinya, orang yang mengidap penyakit ini akan kesulitan dalam berpakaian, makan, tidak dapat melakukan pekerjaan, emosi yang labil atau mudah berubah-ubah dan mulai berhenti melakukan hobinya.

Apa Pencegahan dan pengobatan demensia ?

Sayangnya seseorang yang sudah terkena penyakit ini, terutama yang diakibatkan oleh alzheimer tidak dapat disembuhkan, Kecuali penderita demensia yang diakibatkan oleh kecelakaan. Jika sebelumnya terjadi kecelakaan yang mengakibatkan benturan dan sejenisnya, maka sebaiknya segera periksakan ke unit pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan terapi lanjutan.



Lalu bagaimana dengan alzheimer dan keluarganya yang beresiko terhadap demensia atau mungkin yang sudah terjangkit ? apakah dibiarkan?.

Tentu saja tidak boleh dibiarkan, semakin dibiarkan maka akan semakin parah gangguan kognitifnya. Hal yang dapat dilakukan yaitu membaca buku untuk merangsang otak (seharusnya dilakukan tiap hari), menghindari makanan atau minuman yang dapat merusak otak seperti alkohol, mengurangi stress, dan berkumpul dengan teman atau orang yang memiliki hobi yang sama. Jangan lupa untuk melakukan kegiatan rohani seperti pengajian dan sejenisnya.

Selain tips diatas, perlu juga untuk melakukan latihan senam otak. Dengan latihan senam otak, dapat membuat otak terus bekerja sehingga penurunan fungsi otak berjalan secara lambat. Dengan berbagai tips-tips diatas memang tidak dapat menyembuhkan tetapi dapat menghambat kerusakan otak secara drastis.



Latihan senam otak dapat dilakukan oleh orang yang normal untuk mempertahankan kualitas fungsi otak, apalagi bagi sahabat +62 yang beresiko terkena demensia. Lalu, bagaimana cara melakukan senam otak itu?

Inti gerakan dalam senam otak ditujukan untuk melatih dan menstimulasi otak. gerakan yang dilakukan yaitu menggunakan anggota gerak kanan dan kiri secara berlawanan. misalnya menggerakan tangan kanan ke depan dan kaki kiri ke belakang. atau membuat gambar pola delapan seperti gambar berikut :

senam otak

Sumber Gambar : Utakatikotak.com

Artikel Lainnya :

Sumber Information :

Kementrian Kesehatn

Wikipedia

Google-scholar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *