Menu Tutup

Apa perbedaan antara hukum dan moral ?

apa perbedaan antara moral dan hukum

Hukum dan moral harus hidup berdampingan agar bisa mengatur seseorang menjadi lebih baik, karena berdampingan inilah yang membuat hukum dan moral seringkali dianggap tidak memiliki perbedaan, padahal ada perbedaaan yang mencolok antara hukum dan moral. Kita semua mengenal hukum sebagai aturan yang tertera dan wajib diikuti, jika kita melakukan pelanggaran maka kita akan mendapatkan sanksi. Sedangkan moral hidup di dalam hati manusia, sehingga seseorang dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk, dan dapat mengklasifikasi suatu perbuatan atau tindakan Tertentu.

Hukum tanpa moral bagaikan nasi tanpa lauk pauk, kurang nikmat walaupun memang bermanfaat bagi kita. Begitupun moral tanpa hukum, bagaikan lauk pauk tanpa nasi, terasa ada yang kurang dan hanya memberikan manfaat yang sedikit. Sehingga hukum dan moral ini memang harus menyatu pada setiap individu, berikut ini merupakan perbedaan antara hukum dan moral.

Perbedaan Antara Hukum dan Moral

Hukum

Ciri-ciri hukum adalah sebagai berikut

  • Hukum bersifat obyektif, yaitu nyata dan tertera, ditulis secara pasti, dan terdapat parameter-parameter tertentu. Salah satu contoh nyata di indonesia adalah “KUHAP”.
  • Mengatur Perilaku lahiriah setiap orang, seperti halnya orang yang mencuri harus dipenjara selama 5 tahun, atau orang yang membunuh dihukum sepuluh tahun penjara sampai dihukum mati, dan orang yang memperkosa digantung atau dipenjara seumur hidup.
  • Sanksi yang dibuat bersifat memaksa, yaitu mau tidak mau harus tetap dilakukan. Misalnya seperti orang yang melakukan pidana korupsi, pasti akan dihukum penjara sesuai dengan undang-undang yang berlaku, dan tidak dapat dihindari walaupun kenyataanya dia memang menolak.
  • Semua sanksi dikehendaki oleh negara atau masyarakat. Sehingga orang yang terkena sanksi, tidak dapat lagi mengelak, karena sudah disetujui oleh banyak orang, terutama oleh negara.

Moral

Sedangkan Moral memiliki Ciri-ciri sebagai berikut

  • Moral bersifat subjektif, yaitu terfokus pada cara pandang tiap individu sendiri. sehingga antara satu orang dengan yang lainnya, akan memiliki pandangan yang berbeda. Misalnya tatacara duduk perempuan yang benar ketika dibonceng oleh seorang pria, pasti ada yang mengatakan harus kesamping, karena lebih terlihat baik tapi beberapa orang lainnya dapat memiliki pendapat yang lain.
  • berbeda halnya dengan hukum yang mengatur lahiriah seseorang, sedangkan moral mengatur batiniah seseorang. Seperti perilaku mencontek yang dianggap tidak benar, menggosip atau membicarakan orang lain yang dianggap tidak baik, atau perilaku meminjam uang tapi tidak dibayar.
  • Sanksi yang diberikan moral tidak dapat memaksa orang lain. Misalnya ada sahabat kita yang sedang bergunjing atau membicarakan kejelekan orang lain, hal tersebut tentu kita anggap tidak benar, namun kita hanya dapat menasehati teman kita agar tidak menggunjing (tidak dapat memaksa dia agar berhenti bergunjing).
  • Berbeda dengan hukum yang didasarkan atas kehendak negara, moral ini didasarkan atas norma yang dianggap berlebihan dan tidak sesuai dengan aturan yang ada dimasyarakat itu sendiri. misalnya seperti orang yang ketahuan sedang selingkuh dengan tetangganya, tentu tidak mendapatkan sanksi secara nyata, tapi dia akan mendapatkan rasa malu, dan dijauhi oleh orang-orang di lingkungan masyarakatnya.
Tentang Penulis: myarfayat
Tell us something about yourself.
Share +62