Menu Tutup

8 faktor yang mempengaruhi personal hygiene

faktor yang mempengaruhi personal hygiene

Personal Hygiene dapat mempengaruhi derajat kesehatan seseorang, dimana ketika seseorang tidak melakukan personal hygiene dengan benar maka beresiko untuk terkena penyakit lebih besar, dalam hal ini ada 8 faktor yang mempengaruhi seseorang untuk tidak melakukan personal hygiene dengan benar atu dia tidak melakukan personal hygiene sama sekali. Personal hygiene sangat penting untuk di terapkan, apalagi bagi seseorang yang sedang sakit, dan lebih banyak berbaring di tempat tidur.

Apa arti dari personal hygiene itu?, personal hygiene berasal dari dua kata, dimana personal yang berarti diri sendiri atau perorangan, dan hygiene yang dapat diartikan kebersihan. Jadi dapat disimpulkan bahwa personal hygiene merupakan kebersihan diri pribadi. Seperti yang dikatakan diatas bahwa, personal hygiene tidak dibawa dari lahir, tapi dipelajari dan diterapkan.

8 Faktor yang dapat mempengaruhi personal hygiene seseorang

Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kebersihan diri atau personal hygiene seseorang.

1. Status Kesehatan

Ketika kita sakit, kita cenderung lebih banyak beristirahat dan berdiam diri. selain itu kondisi sakit dapat membuat seseorang malas untuk mandi, malas untuk cuci tangan, dan hal lainnya yang berhubungan dengan air. Sehingga, kondisi ini dapat meningkatkan resiko terjangkitnya penyakit.

Apalagi jika sakit yang diderita sudah parah, yang membuat dia hanya bisa berbaring, seperti pada orang yang terkena penyakit stroke. kondisi ini, Selain menimbulkan penyakit pada kulit dan mulut, juga dapat mengakibatkan dekubitus. Dekibutus merupakan kondisi jaringan atau bagian tubuh yang tertekan seperti punggung yang didiamkan dan tanpa bergerak, sehingga aliran darah ke punggung menjadi berkurang, akibatnya punggung menjadi lecet dan terjadi nekrotik (kematian jaringan).

Nah, dengan melakukan mandi atau waslap ini selain dapat mencegah penyakit kulit dan infeksi, juga dapat mencegah timbulnya penyakit dekubitus. Karena ketika seseorang mandi, maka tubuh seseorang itu akan terelus, dan bergerak (ketika memposisikan seseorang ke samping). Hal ini akan membuat peredaran darah kembali lancar.

2. Status Sosial Ekonomi

Untuk bisa melakukan personal hygiene, tentu kita akan membutuhkan biaya yang cukup. Setidaknya untuk membeli alat-alat yang diperlukan dalam personal hygiene seperti sabun, shampo, antiseptik, air bersih, dan sebagainya. Inilah yang menjadi alasan kenapa orang-orang dengan ekonomi yang rendah mudah terkena penyakit, bahkan mereka setiap hari berpikir bagaiamana caranya agar besok bisa makan.

Berbeda halnya dengan orang-orang yang memiliki ekonomi yang cukup. Selain dapat mencukupi alat dan kebutuhan personal hygiene, mereka juga dapat meningkatkan kesehatan dengan meminum vitamin C yang cukup setiap hari, agar mengurangi resiko terkena penyakit.

3. Budaya

Budaya apa yang dipegang oleh seseorang akan memiliki dampak yang sangat besar terhadap personal hygiene ini. karena beberapa budaya memiliki aturan, dan kepercayaanya sendiri, dimana jika seseorang melanggar maka dapat membuat dia dipandang sudah menyeleweng.

Misalnya saja pada suku adat tertentu yang mengatakan “jangan mandi ketika kamu sakit, jika kamu mandi ketika sakit, maka akan membuat penyakitmu semakin menyebar”. Dalam dunia kesehatan, kepercayaan tersebut sangat bertentangan dengan perawatan kesehatan. Karena pada dasarnya, jika seseorang tidak dimandikan malah membuat bakteri menumpuk dan beresiko terkena penyakit yang lebih parah.

4. Tingkat pengetahuan dan perkembangan

Kita juga tahu bahwa semakin tinggi pengetahuan seseorang maka kualitas hidupnya juga akan semakin baik. Ketika kita masih kecil, kita suka sekali bermain dengan tanah, bahkan sampai seluruh baju dan tubuh kita juga akan ikut kotor. Ketika ada makanan, kita cenderung tidak mencuci tangan kita, asalkan tangan terbebas dari tanah saja sudah kita anggap bersih.

Padahal bersih dari tanah belum tentu bebas dari bakteri atau telur cacing, sehingga kita mudah sekali terkena diare. Setelah seseorang menginjak dewasa, maka tingkat kesehatanpun semakin terjaga, bahkan beberapa orang membawa antiseptik, masker, dan jaket sehari-hari.

5. Cacat Jasmani atau mental

Setiap orang dapat dilahirkan dengan kondisi yang berbeda-beda, ada yang lahir prematur, lahir normal, lahir dengan gangguan fisik, dan lahir dengan gangguan mental. Kondisi fisik dan mental sangat menentukan personal hygiene seseorang.

Orang yang memiliki keterbatasan dengan kondisi fisik dan mentalnya. Tentu akan mengalami berbagai masalah dalam perawatan kebersihannya. Sehingga ia memerlukan bantuan dari orang lain untuk melakukan personal hygiene ini.

6. Praktek Sosial

Praktek sosial merupakan cara seseorang menerapkan informasi dengan lingkungan sosialnya. Misalnya pada masa kanak-kanak, personal hygiene dipengaruhi oleh orang tua, bagaimana cara cuci tangan, serta jam berapa haru mandi dan gosok gigi.

Ketika menginjak remaja, personal hygiene dapat berubah lagi, hal ini biasanya dipengaruhi oleh teman sebaya, atau orang terdekat lainnya seperti pacar. Sedangkan ketika memasuki usia lanjut, personal hygiene dapat menurun, hal ini karena berbagai sosial dan fungsi tubuh lansia sudah mengalami penurunan.

7. Citra Tubuh

Seberapa penting kebutuhan personal hygiene bagi individu ?, hal ini dapat kita lihat dari penampilan dan kebersihan diri seseorang. Orang yang selalu hidup dengan rapih dan disiplin, akan membuat dia begitu peduli terhadap kebersihan, sehingga dari ujung kaki sampai rambut akan diperhatikan olehnya dengan sangat detail.

Berbeda halnya dengan seseorang yang pemalas, hidup tidak rapih, dan tidak peduli tentang penampilannya. Maka cenderung akan tidak peduli juga terhadap personal hygiene nya. Kita dapat melihat orang ini memiliki rambut yang berantakan, bahkan dari kaki sampai kepala bisa saja terlihat kotor dan kumuh.

8. Pilihan Pribadi

Setiap orang itu unix dan selalu memiliki perbedaan antara satu orang dengan yang lainnya. hal ini juga akan berpengaruh pada kegiatan personal hygiene nya, dimana ada orang yang menggosok giginya 5 kali sehari, ada yang menggosok gigi 3 kali, bahkan ada yang 1 kali perhari. Selain itu, produk yang digunakannya juga dapat berbeda-beda, bisa saja menggunakan produk mahal atau murah, atau menyukai produk yang ia buat sendiri.

Kondisi ini akan mempengaruhi personal hygiene nya, karena kita tidak dapat memaksakan apa yang telah orang lain pilih secara matang.

8 faktor tersebut dapat mempengaruhi personal hygiene pada tiap individu. Untuk merubahnya, kita bisa memberikan pengetahuan yang terpercaya, sehingga mereka mengerti akan pentingnya menjaga kebersihan diri. sampai disini dulu sahabat +62, terimakasih telah membagikan, kami sangat mengapresiasi hal tersebut, semoga dengan bekerja sama ini kita dapat meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan warga +62, salam sehat +62.

Tentang Penulis: ari prayogi
Tell us something about yourself.
Share +62