Menu Tutup

5 Tahapan berduka menurut kubler ross

tahapan berduka menurut kubler ross

Berduka adalah perasaaan yang lumrah dan bisa terjadi kepada semua orang, berduka sudah menjadi bagian dari setiap individu yang memiliki jiwa, ketika seseorang berduka maka akan menjumpai tahapan berduka dan menurut kubler ross ada 5 tahapan. Berduka sendiri merupakan kondisi dimana seseorang merasakan kehilangan atas sesuatu yang ia cintai, dan umumnya lebih banyak kita lihat pada acara meninggalnya seseorang.

Berduka memang tidak selalu diakibatkan oleh meninggalnya seseorang. Tetapi dapat juga diakibatkan oleh kehilangan barang yang sangat berharga dalam hidupnya. Intinya, berduka itu dapat timbul ketika kehilangan sesuatu yang begitu berharga dalam hidupnya.

Ketika sesorang mengetahui sesuatu tersebut sudah menghilang dari dirinya, misalnya amputasi. Maka pikirannya akan kacau dan mengalami syok, bahkan beberapa orang bisa mengalami kondisi tidak sadarkan diri.

Tahapan berduka menurut kubler ross

Tahapan berduka sendiri, terdiri dari 5 tahapan, berikut ini ke 5 tahapan yang dipaparkan oleh Kubler ross.

1. Tahap Daniel (Menolak)

Ketika anda mengetahui bahwa teman anda yang tertabrak mengalami amputasi kedua kakinya. Apa yang akan anda lakukan ? sedangkan teman anda belum tahu apa yang sudah terjadi, dan ia sedang tertidur. Tentu kita akan kebingungan, karena kita sendiri merasa kasian jika kita memberitahukannya secara langsung.

Bahkan ketika anda baru tahu kalau teman anda di amputasi, anda pasti tidak percaya dengan hal tersebut. Untuk memberitahukan kondisi teman anda, sebaiknya anda menunggu waktu yang sangat tepat, setidaknya sampai ia sadar sepenuhnya.

Kita mungkin tidak akan mampu untuk mengungkapkannya. Namun dengan sendirinya teman anda akan sadar kalau kakinya tidak dirasakan. Ketika ia melihat kakinya tidak ada, sebenarnya saat itu ia akan merasa kaget dan syok, melihat kakinya hilang.

Ia akan merasa tidak percaya dan menolak kondisi yang dialaminya itu, tahap ini disebut tahap daniel (menolak). Dia akan bertanya kepada orang yang ada disampingnya “kemana kaki saya”, sambil menangis, dan mencoba mengkonfirmasi kebenarannya. Mungkin saat itu kita hanya bisa terdiam dan menunduk karena tidak mampu mengungkapkan kejadiannya.

2. Tahap Anger (marah)

Setelah teman anda mengetahui kondisi yang terjadi, pada saat itu juga mungkin teman anda akan langsung merah. “Siapa yang sudah melakukan ini pada saya “, “ini semua salah kau, kalau kau tadi mau mengantarkan aku”, “tim medis disini bekerja tidak becus”, dan berbagai ungkapan rasa marah lainnya. bahkan semua orang yang ada disana bisa saja disalahkan.

Pada saat kondisi ini, sebaiknya anda diam dan tidak berkata apa-apa. Dengarkan saja rasa yang dialami oleh teman anda, karena hal itu adalah ungkapan dari rasa ketidakpercayaan, dan ketidakterimaan. Dan anda harus memahaminya.

3. Tahap Bargaining (tawar menawar)

Tahapan berduka sudah mulai baik, teman anda akan terlihat merenung. Dan sekali kali dia akan mencurahkan isi hatinya seperti “jika saat itu saya taat pada orang tua, mungkin kejadiaanya tidak akan seperti ini”, “jika saat itu saya tidak melakukan kesalahan, mungkin saya tidak akan kecelakaan”, dan berbagai ungkapan tawar menawar (bargaining) lainnya.

4. Tahap Depresi (Tertekan)

Tahap ke empat dari tahapan berduka ini yaitu rasa Tertekan. Setelah teman anda melakukan bargaining atau tawar menawar, maka sekarang ia sudah mulai berbicara dengan bebas. Ia bisa saja menceritakan kejadiannya seperti apa, sampai-sampai ia bisa mengalami amputasi, dan ia akan mengungkapkan masalah-masalah yang terjadi.

Namun, bisa saja ia malah menarik diri dari orang lain. tidak mau berinteraksi dan hanya ingin menjendiri. Pada tahap ini juga anda harus memahaminya, jangan memaksakan pikirannya.

5. Tahap Acceptance (penerimaan)

Setelah beberapa waktu yang panjang, akhirnya teman anda sekarang sudah mau tersenyum kepada anda. dan mulai berkata “terimakasih sudah mau menjenguk”, atau mungkin ungkapan lainnya. pada kondisi Accaptance atau penerimaan ini, teman anda sudah bisa merencanakan apa yang akan dilakukan kedepannya agar bisa menjalani hidup, dan mulai menerima kondisi yang terjadi pada hidupnya “meskipun kaki saya sudah tidak, namun alhamdulillah saya masih punya tang untuk berkarya”.

Begitulah tahapan tahapan berduka menurut kubler ross dapat terjadi. Dimana pertama seseorang akan mengalami tahap daniel (penolakan), anger (marah), Bargaining (Tawar menawar), Depresi (Tertekan), dan Accaptance (penerimaan). Mungkin sampai disini dulu perjumpaan kita dalam tulisan berduka, terimakasih sudah membagikan tulisannya, semoga ini dapat menambah wawasan warga +62.

Tentang Penulis: fatimah azzahra
Tell us something about yourself.
Share +62