Menu Tutup

4 faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan manusia

4 faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan manusia

Apakah proses pernapasan anda terganggu ?, atau frekuensi pernapasan anda berbeda dengan orang lain?, ternyata ada 4 faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi pernapasan pada manusia. Berbagai kondisi tertentu dapat membuat frekuensi pernapasan seseorang meningkat, dan kondisi lainnya dapat membuat frekuensi pernapasan lambat.

Proses bernapas sendiri dimulai dari hidung, dimana udara akan kita hirup, dan menuju ke saluran napas trakea, bronkus, bronkeoulus, dan sampai ke paru-paru. Di paru-paru, tepatnya dibagian alveolus, proses perpindahan oksigen terjadi, dimana oksigen akan dihantarkan menuju berbagai sel di seluruh tubuh. nah, dengan mengetahui proses masuknya oksigen ke tubuh, maka akan mempermudah kita untuk mengetahui apa saja yang dapat mempengaruhi frekuensi pernapasan tubuh kita.

Misalnya ketika kita bernapas, lalu terdapat zat lain yang kita hirup seperti polusi, maka secara tidak langsung polusi ini akan disaring dihidung. namun tentu tidak dapat disaring semuanya, Sehingga polusi udara ini akan terhirup ke paru-paru. tentu kita tahu apa dampaknya jika polusi sampai ke paru-paru, yaitu dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti ISPA, yang mana setelah itu, frekuensi pernapasan kita akan meningkat.

4 Faktor yang dapat Mempengaruhi Frekuensi Pernapasan pada Manusia

1. Faktor Posisi Tubuh

Tahukah anda bahwa ternyata posisi tubuh seseorang sangat mempengaruhi asupan oksigen ke paru-paru. Hal inilah yang membuat posisi tubuh sering diterapkan dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit, terutama orang orang yang mengalami penyakit pernapasan seeprti TBC, atau orand dengan gangguan napas lainnya.

Ketika kita berbaring dengan posisi dada menyentuh lantai, maka udara yang masuk menjadi berkurang. Hal ini karena fungsi pengembangan paru dibatasi, sehingga oksigen yang masuk juga sedikit, itulah sebabnya jangan tidur dengan posisi tengkurap, karena dapat membuat istirah tidak maksimal.

Posisi semifowler dipercaya dapat meningkatkan masuknya oksigen ke paru-paru. Posisi semifowler merupakan posisi tubuh setengah duduk. Seperti apa bentuk posisi tubuh setengah duduk ? posisinya seperti duduk, Cuma tubuh menyandar kebelakang membentuk sudut 45 derajat, Posisi duduk juga masih bisa meningkatkan suplai oksigen. Jika anda ke rumah sakit, anda akan melihat orang yang mengalami gangguan pernafasan dengan posisi berbaring dan tubu bagian atas tampak menyender.

2. Lingkungan

Lingkungan sangat mempengaruhi suplai oksigen ke paru-paru. Lingkungan yang bagus akan membuat pernapasan bekerja atau berfungsi secara baik, begitu juga sebaliknya, dimana jika lingkungannya buruk akan mengganggu pernapasan kita. Berikut ini point-point dari lingkungan yang berhubungan dengan pernapasan kita :

a. ketinggian tempat

Tubuh akan menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan tempat tinggal anda. Ketika seseorang tinggal di dataran tinggi, maka akan membuat jantung dan pernapasan menjadi lebih cepat. Hal ini karena dataran tinggi memiliki tekanan oksigen yang rendah, sehingga tekanan oksigen dalam darah arteri juga rendah.
 

b. polusi udara

Seperti di uraian sebelumnya bahwa polusi udara dapat membuat pernapasan kita menjadi terganggu. Penulis sendiri pernah melihat suatu berita, dimana anak meninggal karena asap dari hutan yang terbakar. Monoksida merupakan salah satu zat dari polutan udara yang dapat membuat pernapasan terganggu, hal ini karena monoksida menghambat proses pengikatan oksigen oleh darah.

Selain itu, polusi udara dapat meningkatkan pengeluaran mukus atau sekret di paru-paru, sehingga jalan napas menjadi terganggu. jalan napas yang terganggu dapat meningkatkan frekuensi pernapasan.

c. alergan

Alergan merupakan suatu zat yang dapat membuat respon tubuh aktif, namun berfungsi secara berlebihan (abnormal). Alergan umumnya diturunkan dari orang tua kandung, biasanya zat alergan berhubungan dengan apa yang kita makan, atau yang kita hirup seperti debu. Salah satu gejala yang diakibatkan oleh zat alergan ini yaitu penyempitan jalan napas dan peningkatan produksi mukus, sehingga seseorang akan meraskan sesak napas.

d. suhu

Pernahkah anda berada dilingkungan yang panas ?, lalu napas anda terasa lebih cepat dan dalam. Ternyata suhu lingkungan dapat mempengaruhi proses pernpasan. Ketika suhu lingkungan panas, akan membuat pembuluh darah menjadi lebar, sehingga aliran darah ke permukaan kulit meningkat.

Kondisi ini membuat tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak, sehingga respon tubuh membuat jantung berdetak lebih cepat dan meningkatkan proses pernapasan.

3. Gaya hidup dan kebiasaan

Selain lingkungan, kebiasaan sehari-hari dan gaya hidup yang dimiliki, dapat mempengaruhi proses pernapasan seseorang. Lebih lengkapnya dibagi menjadi point-point berikut ini :

a. merokok

Kita tentu tahu kalau rokok dapat membuat seseorang mengalmi kanker dan sejenisnya. namun, mereka yang sudah kecanduan dengan rokok, mereka akan sulit untuk berhenti. Hal ini karena dalam rokok terdapat zat nikotin yang membuat seseorang merasa kecanduan.

Selian itu, rokok dapat membuat produksi mukus di paru-paru sehingga pernapasan akan lebuh cepat dibanding dengan orang yang tidak merokok.

b. obat-obatan dan alkohol

Kebiasaan buruk seperti mengkonsumsi narkotik atau alkohol, dapat menekan sistem saraf pernapasan, sehingga menurunkan fungsi pernapasan. Selain itu, konsumsi alkohol dapat membuat refleks perlindungan paru menjadi tidak berfungsi, sehingga ketika orang tersebut muntah, maka isi perut / lambung akan masuk ke paru-paru.

Isi perut atau lambung yang masuk ke paru-paru ini, dapat mengakibatkan penyakit pneumonia (salah satu penyakit pernapasan)

c. Nutrisi

Zat nutrisi seperti kalori dan protein, tentu dibutuhkan dalam proses pernapasan seperti memperkuat otot pernapasan serta menjaga ketahanan tubuh. namun jika orang mengkonsumsi nutrisi secara berlebihan, maka dapat membuat tubuhnya menjadi gendut atau obesitas. Kondisi ini akan membuat pergerakan paru menjadi terbatas, apalagi ketika ia berbaring, pernapasan akan terasa cepat.

d. aktivitas

Saya rasa semua orang pernah melakukan olahraga, paling tidak ketika masa sekolah. Ketika kita berolahraga maka kebutuhan oksigen akan meningkat dan membuat pernapasan juga meningkat. Berbeda halnya dengan orang yang duduk terdiam, oksigen yang dibutuhkan standar, dan pernapasan juga berfungsi sebgaimana umumnya.

4. Emosi

Faktor terakhir yang mempengaruhi proses pernapasan pada manusia, yaitu Emosi. Emosi berhubungan dengan sifat atau ekspresi tubuh seseorang. Emosi cenderung labil dan dapat berubah-ubah dari detik ke detik. Ketika seseorang merasakan rasa cemas atau takut, maka kerja jantung akan meningkat, sehingga kita akan merasakan peningkatan detak jantung.

Kerja jantung yang meningkat akan disertai dengan proses pernapasan yang meningkat. Sehingga orang yang ketakutan akan tampak bernapas dengan cepat dan dalam.

Itu dia 4 faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi pernapasan pada manusia. Kami akan mengucapakan terimakasih banyak karena anda sudah rela hati membagikan tulisan ini. serta anda sudah membantu kami dalam meningkatkan pengetahuan warga +62 dalam bidang kesehatan.

Tentang Penulis: myarfayat
Tell us something about yourself.
Share +62