Menu Tutup

11 faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka

11 faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka

Luka dapat timbul karena berbagai sebab seperti karena tusukan atau terbakar, meskipun luka terjadi hanya karena tusukan, tapi jika tubuh kita mengalami masalah maka dapat menjadi faktor yang mempengaruhi lamanya penyembuhan luka. Tidak hanya kondisi tubuh saja, bahkan pengaruh dari luar tubuh juga dapat mempengaruhi proses penyembuhan.

Luka memang menimbukan masalah, apalagi jika luka disertai dengan rasa sakit yang kuat. Berbagai masalah akan dirasakan seperti susah konsentrasi, dan aktivitas, hal ini karena kita merasakan rasa sakit tersebut. Jika anda berobat ke pelayanan kesehatan, maka mereka akan memberikan obat anlagetik sebagai pereda nyeri, namun sebenarnya rasa sakit timbul agar anda mengurangi aktivitas sehingga proses penyembuhan luka berlangsung lebih cepat.

11 Faktor yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka

Menurut mansjoor, setidaknya terdapat 11 faktor yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka.

1. Koagulasi

Pernahkah anda mengalami luka, namun darah terus bercucuran tanpa henti. Hal ini bisa saja diakibatkan karena koagulasi. Koagulasi sendiri dapat diartikan sebagai kelainan pembekuan darah.

Proses penyembuhan terdiri dari 3 fase, yaitu inflamasi, proliferasi, dan remodelling. Pada fase inflamasi terjadinya proses pembekuan darah yang dilakukan oleh trombosit dengan mengeluarkan prostaglandin dan tromboskan. Orang yang memiliki nilai trombosit yang rendah, dapat mempengaruhi proses pembekuan darah.

2. Gangguan Sistem imun

Sistem imun adalah prajurit yang berperang melawan mikroorganisme seperti bakteri dan sejenisnya. sistem imun akan bereaksi ketika area tubuh tertentu mengalami kerusakan atau masuknya zat asing.

Ketika sistem imun tubuh manusia tidak dapat berfungsi dengan baik, maka mikroorganisme akan merusak tubuh dengan cepat. Akibatnya luka menjadi lebih parah, atau penyembuhan terjadi secara lambat.

3. Gizi

Gizi sudah menjadi bagian dari tubuh yang harus dipenuhi setiap harinya. Kekurangan zat gizi atau nutrisi, dapat membuat peyembuhan luka berlangsung lama. hal ini karena proses penyembuhan luka memerlukan zat nutrisi yang cukup, terutama protein (zat pembangun) dan Vitamin C (Antioksidan).

4. Penyakit Kronis

Berbagai penyakit kronis juga dapat menghambat penyembuhan luka, Terutama penyaktit-penyakit yang berhubungan langsung dengan proses penyembuhan luka. Penyakit seperti Diabetes melitus (DM) seringkali menjadi masalah utama yang berhubugan dengan luka.

Diabetes melitus merupakan penyakit yang memiliki keterkaitan dengan nutrisi tubuh, dimana kadar gula darah menjadi tinggi dan akhirnya terasa manis. Jika orang yang mengalami penyakit diabetes melitus mengalami luka, maka lukanya akan membusuk, dan penyembuhan luka menjadi sangat lama. selain melakukan perawatan luka yang tepat (seperti menggunakan madu), orang dengan penyakit Dm juga harus mengontrol asupan karbohidrat (nasi dan sejenisnya).

5. Obat-obatan

Pada tahap kedua fase penyembuhan luka yaitu fase Proliferasi. Pada fase ini Fibroblast akan menghasilkan mukopolisakarida, asam aminoglisin dan prolin, yang berguna dalam pertautan tepi luka. Jika fibroblast terganggu, maka dapat menghambat perbaikan luka ini.

Terdapat beberapa jenis obat yang dapat mempengaruhi Fibroblast. Obat-obatan tersebut yaitu kortikosteroid, sitotoksik, dan obat penekan reaksi imun.

6. Penjahitan luka

Ketika anda mengalami luka yang cukup dalam, maka langkah yang anda lakukan mungkin membawanya ke pelayanan kesehatan. Jika orang yang menjadit anda adalah orang yang kurang ahli, maka penyembuhan luka bisa saja terhambat. Penjahitan luka yang tidak dilakukan lapisan demi lapisan tentu akan mengganggu penyembuhan luka.

7. Kebersihan diri atau Personal Hygiene

Setelah anda mendapatkan luka maka langkah pertama yang harus dilakukan jika luka tersebut kotor yaitu membasuhnya dengan air bersih, dan jika berdarah maka tutup dan tekan dengan kain bersih, lalu tinggikan area luka. Kebersihan luka sangat penting agar proses penyembuhan luka perjalan dengan baik.

Jika anda tidak menjaga kebersihan luka, maka area tersebut dapat dengan mudah terinfeksi oleh bakteri. Sehingga luka bukan malah sembuh, tetapi malah semakin parah.

8. Vaskularisasi

Vaskularisasi berhubungan dengan pembuluh darah kita. Jika vaskularisasinya baik, maka proses penyenbuhan akan berlangsung secara cepat dan lancar. Sedangkan vaskularisasi yang tidak baik, dapat membuat penyembuhan berlangsung lebih lama.

9. Pergerakan

Ketika anda mengalami luka yang cukup besar, maka sebaiknya lakukan istirahat lebih banyak. Karena pergerakan dapat membuat penyembuhan luka lebih lambat dibandingkan dengan orang yang lebih sedikit bergerak.

10. Ketegangan tepi luka

Area tubuh yang tegang akan lebih lama dalam penyembuhan lukanya, dibandingkan dengan area luka yang lebih fleksibel. Luka pada area yang tegang misalnya pada telapak kaki, dan luka pada area yang loose atau fleksibel misalnya pada telapak tangan.

11. Keganasan

Jika terjadi keganasan tahap lanjut, maka akan mengakibatkan gangguan sistem imun tubuh manusia. keganasan ini dapat berupa penyakit kanker atau tumor. kita juga tahui bahwa sistem imun yang terganggu dapat membuat penyembuhan luka lebih terhambat.

Sampai disini dulu informasi kesehatan tentang faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka. Terimakasih telah membagikan tulisannya, kami sangat terbantu dalam menambahkan wawasan pada warga +62. Sampai jumpa di waktu yang indah lainnya (bye).

Tentang Penulis: alice monicha
seorang penulis kesehatan yang berusaha untuk terus bermanfaat bagi masyarakat
Share +62